Cita-cita itu adalah pengharapan yang sangat mulia, membayangkannya sangat happy dan penuh senyuman, ketika mulai merencanakan sebuah harapan, kening mulai mengerut walau masih bibir masih terhiasi sedikit senyum, senyum membayangkan sebuah harapan yang menggembirakan.
Dan, ketika mulai melangkah mengerjakan semua rencana indah, kadang tidak siap menerima kenyataan yang membuat semangat bertambah dan juga membuat semangat berkurang, naik turun, terhalang, Berlubang, berkerikil bahkan berbatu dan seolah seperti badai.
Pengharapan itu tidak pada diri sendiri, sering lupa semuanya harus kembali otoritas sang pencipta. Tuhanku Engkau pemilik surga dan dunia ini, jadilah seturut kehendakMu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Tugas Rangkuman Blog KOneksi Antar Materi Mangidotua Manalu
RANGKUMAN BLOG KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpi...
-
KABAR GEMBIRA!!!! Teman-teman ada kabar gembira, untuk menjadi seorang pengusaha besar ternyata tidak harus dengan modal besar, di IRENE T...
-
MENGATASI PRINTER INFUS YANG MASUK ANGIN Alat & Bahan : - Tinta (sesuai kebutuhan) - Suntikan 2 buah - Tissue Solusi Mengatasi in...
-
RANGKUMAN BLOG KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpi...